Oleh: biliater situngkir | 5 Agustus 2009

Oleh: biliater situngkir | 22 Juni 2009

Ayo Ke Museum

Ayo Ke Museum

IMG_1450Dalam mendukung dan mempersiapkan program pemerintah pusat yang akan menggalakkan program ayo ke Museum, maka Dinas kebudayaan dan pariwisata Prov. Sumatera Utara mengadakan acara dengan tema Peningkatan Apresiasi Masyarakat Terhadap Museum Swasta/Negeri Se-Sumatera Utara pada tanggal 17 s/d 19 Juni 2009 di ruang Aula Nine Room Hotel Danau Toba Medan. Acara ini menghadirkan dari berbagai Instansi Dinas Pariwisata, Pendidikan se-Sumatera Utara dan berbagai pihak lainnya seperti Mahasiswa dan instansi perguruan tinggi juga Asosiasi Museum Indonesia Pengda Sumut. alam acara tersebut dilakukan berbagai kegiatan seperti lokakarya, diskusi dan kunjungan ke berbagai museum diantaranya, Museum Rahmat Gallery, Museum TNI dan Museum Negeri Prov. Sumatera Utara. Dalam sambutannya Wakil Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Sumut Ir. Hj. Nurlisa Ginting, M.Si mengatakan agar masyarakat tetap dapat melestarikan nilai budaya dan sejarah yang ada, disamping itu kita juga harus tetap berupaya mengundang dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum dan diharuskan untuk berkunjung ke museum. Pada kesempatan ini beliau juga mengatakan bahwa sudah waktunya untuk menggopublikkan museum dan menghimbau agar setiap museum yang ada di Sumatera Utara menggunakan akses teknologi yang handal untuk memudahkan penyampaian koleksi, disamping itu diingatkan agar pengelola museum juga dapat meningkatkan pengelolaan museum dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, menjaga dan memelihara asset yang telah ada untuk menjadi objek wisata yang merupakan jejak sejarah dan perkembangan Sumatera Utara.

Acara yang diketuai oleh Kasubdis Permuseuman Sejarah dan Kepurbakalaan B. Sinaga, SH melaporkan maksud dan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong agar berperan aktif dalam pengelolaan museum sehingga museum dapat dijadikan salah satu objek pariwisata yang dapat menarik minat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Adapun nara sumber yang di hadirkan adalah Ketua Pussis Unimed, Kepala Museum Negeri Prov. Sumatera Utara, Dosen dari Universitas Medan Area, Asosiasi Museum Indonesia (Ben Pasaribu), dari pengelola museum 4 orang, guru SD, SMP dan SMU yang keseluruhannya sebanyak 50 orang. Dapat kita bayangkan jika kita tidak melestarikan benda budaya yang notabene adalah sejarah dan asal usul keberadaan kita, maka dapat dipastikan bahwa nantinya kita akan kehilangan jatidiri dan kita tidak dapat lagi mengetahui siapa kita sebenarnya dalam kata lain bahwa kita akan lupa diri. Oleh karena itu hendaklah kita dapat menghargai dan melestarikan peninggalan sejarah budaya baik berupa benda mupun peninggalan sejarah lainnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya dengan benda-benda peninggalan sejarah karena merupakan perpaduan dari berbagai suku, agama dan adat budaya yang mesing-masing memiliki nilai budaya sendiri-sendiri dan kekayaan budaya inilah yang perlu dan harus dilestarikan. Dalam perkembangan zaman yang semangkin maju ini semua orang berlomba-lomba membuat sesuatu yang baru dan menciptakan benda-benda yang berteknologi tinggi karena dianggap akan dapat meningkatkan taraf hidup dan kekayaan sehingga tidak dapat dipungkiri hal tersebut tentunya akan meninggalkan benda-benda yang sudah tua (kuno) bahkan ada yang merusak dan menghancurkannya demi kepentingan pribadi yang notabene benda sejarah tersebut adalah sesuatu benda yang bernilai sangat tinggi karena ada pepatah mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai sejarah dan budayanya. Banyak dari kalangan orang-orang yang pintar dan maju meninggalkan atau tidak perduli dengan peninggalan sejarah budayanya, hal ini tentu disebabkan karena kurangnya kesadaran mengenai benda sejarah. Oleh karena itu hendaklah kita semua dapat saling mendukung dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar kita dapat mencintai dan melestarikan budaya kita. Untuk mencapai hal ini pemerintah haruslah bekerja secara ekstra agar semua lapisan masyarakat dapat mencintai budaya.

DSCN8548Dapat dikatakan bahwa masyarakat tidak mencintai budayanya yaitu disebabkan karena ketidak tahuannya tentang peninggalan sejarah budaya atau dengan katalain masyarakat kurang mengerti dan tidak paham apa itu benda sejarah, apa itu peninggalan sejarah dan apa manfaatnya. Oleh karena itu hendaklah pemetintah tetap gencar dan bergiat dalam pensosialisasian hal tersebut kepada masyarakat dan hendaknya pemerintah dapat bergandengan tangan mulai dari Pemerintah Pusat sampai pemerintah daerah maupun swasta, dan bila perlu kurikulum dalam pendidikan hendaknya ada yang bermuatan Museum. Museum dalam keberadaannya di Instansi-instansi pemerintah yang berada dibawah naungan dinas pariwisata juga sangat menyulitkan berkembangnya museum, selayaknyalah museum ditempatkan dibawah dinas pendidikan karena museum adalah badan yang mengelola nilai sejarah yang mengandung pendidikan dan bila perlu museum dikelola secara khusus atau dibawah naungan Direktorat Permuseuman Pusat. Hal ini juga harus diperhatikan pemerintah daerah terlebihlebih pemerintah pusat.

Jika pemerintah mencanangkan gerakan AYO KE MUSEUM janganlah lupa pemerintah juga haruslah terlebih dahulu dapat menempatkan keberadaan dan kepengurusan museum secara intensif yang tentunya lebih domina dibawah naungan Direktorat Permuseuman. Dengan berbagai terobosan yang dilakukan DSCN8599pemerintah dan penempatan museum sebagaimana layaknya dan pengelolaannya yang baik tentu akan dapat dipastikan bahwa museum nantinya akan bernilai penting dan dapat dijadikan pusat pelestarian benda sejarah dan pusat pendidikan sejarah bagi semua orang. Semoga museum dapat berkembang dan dapat menjadi pelestarian benda sejarah dan nilai tradisional budaya kita (Indonesia)

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori