Oleh: biliater situngkir | 15 September 2008

Sarkofagus Marga Situngkir

SARKOFAGUS

1. Kubur batu bentuk peti batu (sarkofagus)

Sarkofagus adalah peti kubur batu yang terdiri dari wadah dan tutup yang pada ujung-ujungnya terdapat tonjolan, masyarakat setempat menyebut batu sada, atau parholian. (Siahaan, 2005: 353). Kubur peti batu sarkofagus terdapat hampir di seluruh daerah di wilayah kabupaten Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan. Namun penyebaran kuburan bentuk ini paling banyak terdapat di Pulau Samosir, sedangkan di Kabupaten Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan relatif sedikit, hanya ditemukan di beberapa tempat saja.

Hasil pengamatan dan penelitian di lapangan jumlah sarkofagus yang teridetifikasi sebanyak 49 sarkofagus, temuan di Samosir sebanyak 35 sarkofagus, di Toba Samosir 11 sarkofagus, Tapanuli Utara 1 sarkofagus dan Humbang Hasundutan 2 sarkofagus. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti terdahulu oleh Pusat Penelitian Arkeologi

Kuburan batu atau sarkofagus yang terdapat di beberapa wilayah di samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan terbuat dari batu utuh, istilah daerah batu sada (batu satu) atau parholian. (Siahaan, 2005: 354). Terbuat dari jenis batuan tufa, dan sebagian lain dibuat dari batu pasir dan breksi. Secara umum bentuk kuburan batu ini empat persegi panjang, simetris yang terbagi atas dua bagian, yaitu bagian wadah, merupakan tempat untuk menyimpan jenazah atau kerangka. Bagian wadah ini lebih pendek dibanding bagian atasnya, sehingga tampak bagian atasnya lebih lebar dari pada bagian bawahnya. Bagian tutup, yang berukuran besar dari bagian wadah biasanya terdiri dari beberapa lempeng batu yang dijajar memanjang sehingga terbentuk menyerupai bentuk atap rumah atau perahu, namun ada juga sarkofagus yang bagian tutupnya berupa lempeng batu utuh. Dari sejumlah temuan Sarkofagus ada yang polos dan ada yang mempunyai ornamen. Ukuran bangunan kubur batu ini juga bervariasi, panjang berkisar antara 148 cm- 307 cm, lebar 60 cm – 125 cm, tinggi 96 cm – 180 cm. Bahkan di situs Tomok (Marga Sidabutar)17 terdapat sarkofagus yang berukuran lebih kecil, panjang antara 100 cm – 145 cm, lebar 40-55 cm, tinggi 96 cm -100 cm .

Secara fisik dilihat dari ornamen yang terdapat pada sejumlah batu sada (sarkofagus) dapat pada salah satu contoh berikut ini :

Sarkofagus Marga Situngkir

Sarkofagus tipe ini pada bagian depan terdapat hiasan yang bentuknya seperti muka manusia atau seperti muka binatang, di bawahnya hiasan tersebut pada wadah bagian depan terdapat pahatan bentuk manusia, atau bentuk muka manusia atau muka binatang. Pahatan bentuk manusia digambarkan laki-laki atau perempuan dalam posisi duduk atau jongkok. Di atas tutup bagian depan atau belakang sarkofagus tipe ini terdapat patung manusia ada yang berupa patung perempuan atau laki-laki dalam posisi duduk dengan kaki terlipat. Penggambaran sarkofagus ini menampakkan karakter tersendiri. Bentuk seperti ini diantaranya terdapat di diberbagai tempat di pulau Samosir dan salah satunya di Desa Situngkir Kec. Pangururan

Tidak diketahui secara pasti tahun pendirian sarkofagus, karena tidak ada angka tahun yang tertera pada bangunan tersebut. Berdasarkan tipologi yang terlihat, bahwa pendirian sarkofagus kemungkinan besar telah dibuat sejak sebelum ada pengaruh agama Kristen. Dan berkaitan dengan hunian awal daerah ini. Dugaan tersebut didasarkan pada sarkofagus tidak terdapat atribut agama Kristen. Selain itu didasarkan atas analogi yang dilakukan terhadap temuan sejenis di beberapa daerah di Indonesia, seperti temuan sarkofagus di Bali dan Sumbawa, Sumba, Sulawesi Tengah, Sulawesi selatan dan lainnya, bahwa menurut para ahli tradisi membuta kuburan batu tersebut merupakan hasil budaya masyarakat pada masa megalitik. Tradisi ini merupakan ciri dan memberikan identitas kehidupan yang bersumber pada kepercayaan terhadap nenek moyang. (Sukendar, 1997: 113). Sarkofagus yang ditemukan di Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutang merupakan salah satu hasil budaya yang dibuat oleh pendukung budaya yang bersumber dari kepercayan terhadap nenek moyangnya.

About these ads

Responses

  1. Bang…..

    Sepertinya ada ….opini dari saya,
    bahwa sarkofagus ini bukan di bangun sewaktu mulai masuknya agama kristen. Tp Budaya jaman batu ini…..telah ada sampai 7000 tahun Sebelum MASEHI!
    Sebab ini termasuk karya jaman batu tua….Megalitikum. Sama seperti yang di pulau Nias…! Kita termasuk bangsa Proto Melayu….yang sudah lama tinggal di sini. Dosen ku mengatakan bahwa nenek moyang orang Indonesia Asli…benar dari Punsuk Buhit! (Gunung Toba)
    Tapi setelah letusan Gunung Toba, yang kira2 terjadi 8000 tahun yang lalu, maka semua manusianya jadi berpencar….ke seluruh Nusantara!

    Dosenku….Kepala Departemen..Desain Komunikasi Visual….!Dia orang Sunda… yang telah keliling Indonesia, untuk meneliti ragam budaya.

    Horas Bang!


Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: